Thursday, August 15, 2019

Pengalaman Naik Philippines Airlines dan Transit 12 Jam di Manila


Sesuai judulnya, kali ini aku akan share pengalamanku menggunakan maskapai kebanggaannya orang Filipina, yes, Philippines Airlines. Aku menggunakan pesawat Philippines Airlines untuk perjalananku dari Jakarta menuju Tokyo. Dari Jakarta - Manila memakan waktu 4 jam lalu transit dan lanjut penerbangan Manila -  Tokyo yang juga berdurasi 4 jam. Bandara di kota Manila dikenal dengan nama Manila Ninoy Aquino International Airport, disingkat NAIA, dengan kode MNL. NAIA terletak 7 kilometer arah selatan Manila atau barat daya Makati, di Andrews Avenue,  Pasay, Metro Manila.  Bandara ini melayani penumpang dari dan ke Manila serta  daerah sekitarnya. Untuk penerbangan Philippines Airlines ini ada bandara khususnya yaitu terminal 2 Ninoy Aquino International Airport. Jadi hampir semua penerbangan di terminal tersebut adalah penerbangan maskapai Philippines Airlines.

Kalo diliat di Google sih penampakannya ga gitu wow gimana ya, normal seperti bandar udara negara asia tenggara lainnya kok, cuma banyak yang mengulas kalau bandara ini kecil dan fasilitasnya ga seperti bandara internasional umumnya yang banyak sarana hiburannya. Yang kalau kalian transit, kalian cuma bisa beli makanan di kedai-kedai dan tidur sambil duduk aja di kursi tunggu atau istirahat manis di lounge milik Philippines Airlines (khusus busines class). Store Duty Free nya ga terlalu banyak dan tampilannya ga gitu menarik, jadi ga tergoda untuk belanja.

Ada banyak pilihan durasi transitnya, tapi karena aku berencana sambil menyelam minum air, alias sembari transit aku mau eksplor kota Manila juga, akhirnya aku memutuskan untuk memilih yang transitnya agak cukup lama. Lama transitku di perjalanan ini adalah 12 jam. Manila kotanya ga terlalu banyak yang pernah mengulas sih, cuma dari yang aku tangkep, kayaknya lebih banyak objek wisata berupa bangunan bersejarah seperti gereja atau kastil ataupun juga benteng. Untuk yang lebih ke alam yang berpemandangan cantik, kalian perlu meluangkan waktu lebih karena letaknya di luar kota Manila. 


JAKARTA TO MANILA

Nomor Penerbangan: PR 540

Jenis Pesawat: Airbus A321-200

Terminal keberangkatan: Soekarno Hatta Terminal 3 Gate 2

Rute: Jakarta (CGK) – Manila (MNL)

Tanggal: Selasa, 28 Mei 2019

Jam Berangkat: 13.00pm

Jam Sampai: 18.25pm

Durasi Penerbangan: 3 jam, 55 menit

Kursi: 72A

Sekedar informasi Philippine Airlines merupakan maskapai bintang 4 versi Skytrax. Nah di pesawat ini per row ada 6 seat, berdekatan 3 kursi pada sisinya. Untuk dapetin view jendela kalian bisa pilih posisi kursi A atau L. Di pesawat ini hiburannya sharing, ada tv bersama di ujung barisan. Jarak seatnya ok, aku merasa nyaman selama 4 jam penerbangan. Yang sedikit mengganggu adalah lokasi toilet saat itu deket banget sama kursiku jadi selama aku tidur kayak sesekali kebangun karena denger suara penumpang lain yang lagi antri toilet. Overall memuaskan, makanan dan pelayanan flight attendant nya juga ok.


Setelah 4 jam akhirnya aku sampai di bandara Ninoy Aquino terminal 2. Dari landing sampai penumpang bisa keluar dari pesawat ini agak cukup lama, di kasusku sekitar 30menit diem di pesawat baru aku dan penumpang lainnya bisa keluar dari pesawat dan kemudian di transfer ke area imigrasi menaiki bus shuttle. 


IMMIGRATION

Ruang imigrasinya kecil dan karena rame banget, antriannya ampe acak-acakan. Aku yang adalah penumpang transit, harus lapor dulu ke sisi kiri ruangan, setelah paspor dan boarding pass flight selanjutnya di cek, petugas memperbolehkan aku menuju transfer area, tapi kemudian aku bilang aku mau keluar untuk keliling kota Manila malam ini dan akan kembali ke airport untuk flight ke Tokyo besok pagi. Si petugas kemudian menyuruh aku mengisi selembar form berisikan tabel nama dan nomor paspor, yang di sisi kanannya ada keterangan nomor flight besok.



Setelah selesai urusan form, aku kemudian di minta mengantri imigrasi untuk bisa keluar dari bandara. Sebelumnya aku baca dari ulasan orang, untuk bisa keluar selama waktu transit, kita harus menghadapi penolakan dari petugas imigrasi, disulitkan karena nama atau harus membayar sejumlah uang sebagai visa on arrival. Tapi nyatanya enggak kok, aku ga mengalami kendala semacam itu, petugasnya hanya bertanya santai seperti mau kemana aja nanti lalu jam berapa kamu mau kembali ke airport, bahkan dia bilang have fun untuk mengakhiri sesi imigrasi kami. 

Dari Bandara Ninoy menuju pusat kota bisa menaiki beberapa moda transportasi umum, seperti kereta api (terdekatnya stasiun Baclaran atau stasiun Nicolas), MRT, LRT, Bus, Taksi, Jeepney (tuk-tuk versi jumbo khas Filipina) dan Grab. Grab memang sekarang menjadi pilihan utama kalau kalian berwisata ke negara-negara yang kalian belum paham sistem transportasinya, atau sistem transportasi umumnya ga berintergrasi satu sama lain atau menghindari kena tipu supir karena ga paham bahasanya dan lokasi. 


FREE WIFI

Oh iya kelupaan, yang terpenting sekarang adalah jaringan Free Wifi. Dari waktu di pesawat sebenernya kita akan dapet semacam kupon (dikasih sama flight attendant barengan sama formulir kedatangan dan custom declration) yang nantinya bisa kita tukarkan dengan simcard gratis di booth provider tersebut di area pengambilan bagasi dan lobby luar bandara, tapi untuk kuota internetnya kita perlu menambah sejumlah uang yaitu 500 peso atau Rp. 140.000 untuk 10 GB dan 300 peso atau Rp. 85.000 untuk 2GB. 

Untuk urusan free wifi di bandara Ninoy Aquino menurutku ga sulit sih, karena ada free wifi yang namanya Smart Wifi, ini kayaknya sponsor dari Google deh. Karena saat kamu join wifinya, otomastis akan terbuka halaman Google Smart Wifi yang cuma perlu kalian klik bagian connect dan sekejap internet udah langsung nyambung. Enaknya di Filipina semua orang bisa bahasa inggris, jadi kalo ada bingung-bingung nanyanya ga susah. Mereka paham apa yang kita tanyakan dan bisa menjawab dengan bahasa yang bisa kita pahami juga.

Setelah urusan dalam airport selesai, atas rekomendasi petugas simcard yang aku beli tadi, aku akhirnya pesen grab untuk ke Mall Of Asia. Biaya grab dari bandara ke Mall of Asia sekitar 280 peso atau Rp. 80.000 saja. Bila melewati tol, supir akan meminta bayaran lagi dan memberikan kamu struknya.  Satu hal yang perlu kalian perhatikan, buat yang mau duduk di depan ( kursi disamping supir), di Filipina setirnya di kiri ya, inget jangan sampe nanti salah buka pintu. 


MALL OF ASIA 

Mal ini katanya nomor satu di Manila, dimana semua brand dari lokal sampai yang brand ternama juga ada disini. Karna udah waktunya makan malem, jadi tujuan ku ketika sampai adalah cari makanan. Banyak banget pilihan makanan yang ada, bikin bingung sih. Cuma pas baca-baca, wajib coba Jollibee saat ke Filipina. Jollibee itu fast food lokalnya Filipina, cuma ini brand udah mendunia. Patut di coba lah ya selagi kita berada di Manila, akhirnya ku cari deh tuh kemana-mana. Balik lagi mall ini luas pake banget, ada area indoor outdoor yang berkelanjutan, jadi semacam Mal Pondok Indah 1,2,3 atau Mal Kelapa Gading 1,2,3,5 gitu deh, cuma dia namanya SM Mall of Asia. 



JOLLIBEE

Setelah muter-muter akhirnya ketemu juga akhirnya Jollibee, persis disebelahnya KFC. Bersaing sih ramenya, mana lagi jam makan malem juga kan itu. Cuma untuk penilaian pribadiku sih, aku gasuka si Jolibee ini. Rasanya gakena di lidahku, kayak ga seru gitu. Ayam goreng originalnya kurang berasa, untuk yang spicy juga cuma beda ditambah bubuk cabe biasa. Mungkin lidahku udah biasa kena micin di Indonesia, jadi taste Filipina ini kurang nendang buat aku, kurang berani kasih bumbu. Untuk beef patty nya ya juga standar, bumbu mushroomnya ok tapi semua makanan disajikan tidak panas. Lebih ke dingin bahkan apalagi untuk bumbu si spaghettinya. 



THE ALLEY

Karena ga puas makan malem barusan, akhirnya sambil keliling mal cuci mata, aku sambil cari kedai makanan ato cemilan lain yang menarik. Ternyata di Filipina juga lagi demam Bubble Tea. Ada outlet baru The Alley yang diantriin sama orang lokal. Jadi aku tergoda untuk ikutan antri deh. Harganya 130 peso atau Rp. 37.000 untuk Brown Sugar Deerioca Creme Brulee Milk. Rasanya enak, creamy dan manisnya pas, tapi buka the best yang pernah aku cobain. Ada banyak pilihan tempat makan, mulai dari yang kita pernah denger namanya sampe yang lokal banget. Salah satu yang mencuri perhatianku itu Chowking, inget ga dulu mereka sempet buka cabang di Jakarta? Dulu aku suka banget sama Chowking, sayang mereka ga bertahan lama di Indonesia.


Setelah beberapa waktu berkeliling, ga berasa sekitar jam 10 kurang, toko-toko mulai tutup, akhirnya aku memutuskan untuk eksplor area sekitar mal dengan jalan kaki. Cari keramaian sekitar siapa tau ada night market atau food stall yang menarik. Cuma ga banyak street food sih disana, beda ya sama bangkok yang ga bakalan sepi sampe malem juga ramai. Beberapa spot yang buka sampe tengah malam atau emang ga tutup ya Starbucks, McDonalds dan Lawson.


RESORT WORLD MANILA

Sebelum kembali ke airport, aku menyempatkan untuk ke Resort World Manila. Sebuah mal yang dilengkapi dengan hotel, kasino dan juga bioskop. Bioskop di Manila 1 tiketnya seharga 370 peso atau Rp. 100.000 untuk kelas reguler dan 560 peso atau Rp. 160.000 untuk yang kelas Ultra. Karena penerbangan aku berikutnya adalah pagi, jadi aku memanfaatkan waktu semaksimal mungkin, sampai capek dan ngantuk, baru deh balik ke bandara untuk istirahat. 



Dari Resort World Manila ke Ninoy Aquino International Airport tuh deket banget, cuma tetep harus lewatin tol bandara. Semua perjalanan aku selama di Manila aku prefer pake Grab karena waktunya malem dan aku mau hemat waktu aja. Sertelah lelah berkeliling kota, akhirnya aku kembali ke bandara. Tempat tunggunya kurang nyaman sih, kursinya dari besi semua. Tempat makan yang buka cuma 1 yaitu Jollibee dan mejanya cuma sedikit. Kalo ga keluar dari bandara mungkin ini akan jadi pengalaman transit yang sangat amat tidak enak, unutngnya aku bisa keluar dan menikmati pesona kota Manila walaupun dalam waktu yang singkat.


Point bagusnya adalah orang Filipina bisa dengan lancar berbahasa Inggris, Wifi gratis di bandara jaringannya bagus, ada Grab yang memudahkan transportasi selama disana, harga tidak terlalu berbeda dari Jakarta, ada mesin air gratis yang bisa air panas dan dingin, di bandara banyak stop kontak, toilet umumnya bersih dan sudah pakai sistem otomastis flush plus spesial bagi umat Katolik, disana ada ruang adorasi untuk berdoa. 

Keesokan harinya, flight menuju Tokyo sesuai jadwal, armada pesawatnya juga ternyata lebih besar dan lebih bagus. Pesawat ini per row ada 8 seat, 2 seat berdekatan pada sisi kiri dan kanan lalu di area tengah terdapat 4 seat. Untuk dapetin view jendela kalian bisa pilih posisi kursi A atau . Fasilitas hiburannya pribadi, banyak film baru dan ada juga highlight tentang destinasi kita, video sekitar 5 menit tenatng apa aja yang perlu kita kunjungi di Tokyo dan Osaka. Makanannya juga enak, tapi satu catatan kecil, Philippine Airlines ini memasukan pork / daging babi dalam menu pilihannya, jadi untuk teman-teman muslim sebaiknya book meal via website ya supaya ga kehabisan menu yang halal. 



MANILA TO TOKYO

Nomor Penerbangan: PR 428

Jenis Pesawat: Airbus A321-300

Terminal keberangkatan: Ninoy Aquino International Airport Terminal 2 Gate 3

Rute: Manila (MNL) - Tokyo (NRT)

Tanggal: Rabu, 29 Mei 2019

Jam Berangkat: 06.40am

Jam Sampai: 12.00pm

Durasi Penerbangan: 3 jam, 40 menit

Kursi: 37E



--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Pertimbangan harga pesawat bisa menjadi faktor utama alasan aku untuk kembali memilih Philippine Airlines lagi untuk trip berikutnya. Namun kalo harus transit lagi, mungkin aku akan memilih waktu yang tersingkat, karena ga terlalu banyak tempat yang bisa di eksplor dari Manila dan menunggu di Terminal 2 NAIA cukup membosankan. Tapi Filipina tetap akan masuk ke dalam list perjalananku selanjutnya sih, khususnya Cebu. Semoga aja kedepannya bandara NAIA bisa lebih ditingkatkan lagi kenyamanan dan fasilitas bandaranya supaya penumpang yang transit bisa senang menghabiskan waktu lama disana, moga-moga bisa seperti Changi Airport ya!


Stay Hungry,
Brigitta Veggy Aprilia Tanu - @brigittaveggy

No comments:

Post a Comment