Tuesday, June 18, 2019

Japan Travel Guide 102


Kyoto, dulunya adalah ibukota Jepang sebelum Tokyo dan kini jadi salah satu kota favoritku. Kota yang masih menjaga dengan baik peninggalan kebudayaan Jepang yang sangat kental dimana hampir semua bangunan (walaupun sudah modern) tetap terjaga unsur lokalnya dan membuat kita merasa sedang di Jepang versi jaman dahulu. Kalo dilihat dari top view, Kyoto ini macem Paris atau New York deh, landscapenya tertata rapi, asli cakep banget. Kyoto ga punya bandara yang bisa bawa kita direct dari Indonesia kesini, jadi untuk bisa mengunjungi Kyoto, kita harus menempuh perjalanan dari Tokyo atau Osaka.

Menggunakan shinkansen adalah cara terbaik menurutku, karena sangat efisien apalagi jika kita memiliki JR Pass. Dari Tokyo bisa menggunakan kereta shinkansen dengan durasi kurang lebih 3jam tergantung jenis Shinkansennya (Nozomi, Hikari dan Kodama).  Hanya saja yang termasuk dalam paket JR Pass adalah jenis shinkansen Hikari (2jam 50 menit) dan Kodama (4jam). Dengan JR Pass kita tidak perlu mengeluarkan uang sekitar 13.000 yen atau Rp. 1.750,000 untuk one way trip dari Tokyo Station ke Kyoto Station, karena shinkansen Hikari sudah include dalam paket JR Pass. Kita cukup langsung datang ke stasiun Tokyo atau Shinagawa dan mencari Line Tokaido Shinkansen.

Pilihan waktunya juga sangat beragam, setiap jam ada minimal 2 kereta yang berangkat, kalian bisa reserved seat terlebih dahulu jika udah tau jam keberangkatan pastinya atau menggunakan gerbong non reserved untuk langsung naik kereta yang sedang ada. Pada satu rangkaian kereta Shinkansen, umumnya gerbong (car) 1-7 dan 13-16 adalah untuk non reserved seat dan gerbong 8-12 adalah untuk yang reserved (ordinary car maupun green car). Untuk jenis Hikari, non reserved seat hanya ada di 5 gerbong terdepan.



Sebenarnya ada pilihan lain seperti bus express, namun akan memakan waktu yang ga sedikit, bisa sampai 8-9 jam perjalanan dengan harga tiketnya berkitar 4.000yen sampai 6.000yen atau Rp. 500.000 sampai Rp. 800.000 untuk one way trip. Jadi pilihan terbaik tetap jatuh di kereta jika kalian bernagkat dari Tokyo.

Salah satu pilihan lainnya, adalah berangkat dari Osaka, dimana jarak Osaka dan Kyoto cukup dekat dan dengan shinkansen hanya kurang dari 30menit saja. Stasiun Shin-Osaka ke Kyoto Station bisa di capai dengan Shinkansen Nozomi, Hikari dan Kodama.


Begitu samapi di Kyoto, akan terlihat kesan lokal yang kuat, diantara bangunan modern kita tetep ngerasain tuh feel Jepang tradisional yang kental. Karena Kyoto letaknya diantara pegunungan, sehingga iklimnya bersifat iklim darat, menyebabkan perbedaan suhu antara siang dan malam, pas musim panas sama dingin tuh cukup beda jauh. Saat kemarin aku ke Kyoto, suhu saat pagi itu sekitar 11-13 derajat, siang sekitar 16-19 derajat dan malemnya 12-15 derajat. Cukup dingin sih apalagi selama di Kyoto aku suka banget jalan kaki nikmatin landscapenya, jadi berasa banget deh angin dinginnya.

Perjalanan selama di Kyoto akan selalu berporos pada Kyoto Station, yapp ini emang pusat segala transportasi umum. Untuk yang mau menginap, ada baiknya pilih tempat menginap sekitar Kyoto Station supaya bolak baliknya ga jauh. Selain itu Kyoto Station ini bangunannya tuh berupa pusat hiburan 15 lantai yang ada hotel, bioskop, foodcourt dan lainnya. Sekitarnya juga ada Kyoto Tower, Akuarium Kyoto, Kuil Higashi Honganji, Aeon Mall, BIC Camera, Taman Umekoji, McDonald, Yoshonoya dan segala macem mini market, lengkap deh pokoknya ngumpul disana semua.



Kyoto Station ini adalah stasiun kedua terbesar se-Jepang (nomor satunya stasiun Nagoya) dimana menurutku pribadi tampilannya cakep banget sih, simple tapi kesannya dapet banget. Gimana ga cakep, stasiun ini dibangun oleh arsitek namanya Hiroshi Hara, salah satu arsitek terbaiknya Jepang, dia juga ngebangun Umeda Sky Building di Osaka. Dari Kyoto Station ini juga kalian bisa menggunakan Raku Sightseeing Bus (flat fare 230yen atau Rp. 30.000 untuk dewasa dan 120yen atau Rp 16.000 untuk anak-anak) dan Kyoto City Bus (One day pass seharga 600yen atau Rp. 80.000)

Kedua bus tetap digunakan warga lokal, jadi emang bakalan rame nih busnya. Khusus Raku Bus, bus ini akan berhenti di tempat-tempat wisata. Dari Kyoto Station, keluar ke central exit dan cari bus stop D1 dan D2, akan terlihat antrian panjang kok jadi kalian pasti akan langsung ngeliat.

Raku 100
Dari Kyoto Station ke Sanjusangendo Temple, Kiyomizu-dera Temple, Yasaka-jinja Shrine, Heian-jingu Shrine, Eikan-do Temple, Nanzen-ji Temple dan Ginkaku-ji Temple sebelum kembali ke Kyoto Station.

Raku 101
Dari Kyoto Station ke Nijo Castle, Nishijin Textile Center, Kitano Tenmangu Shrine, Kinkaku-ji Temple, Daitoku-ji Temple dan Kitaoji Bus Terminal sebelum kembali ke Kyoto Station. 

Next, aku sekarang akan bahas apa yang perlu dikunjungi selama di Kyoto. Di kyoto sih emang bakalan banyak banget tempat ibadah kuil yang jadi spot wisata. Tapi buatku kalo kalian baru pertama kali ke Kyoto dan ga punya waktu banyak, beberapa spot ini bisa jadi tempat yang wajib kalian kunjungi.



ARASHIYAMA BAMBOO FOREST

Arashiyama adalah salah satu destinasi utama yang ada di Kyoto selain kawasan Higashiyama. Arashiyama terkenal akan jembatannya yang terkenal itu, yaitu Togetsu-kyo. Profil tentang Hutan bambu yang cantik ini sering kali beredar di internet sebagai tempat yang wajib dikunjungi. Berjalan di tengah hutan bambu ini akan membuat kita serasa sedang didunia yang lain. Ketika angin berhembus, atmosfirnya akan sangat berbeda deh pokoknya. Selain itu disini juga terdapat sebuah kuil terkenal yaitu Tenryu-ji Temple persis di ujung Path of Bamboo ini.



Untuk menuju Arashiyama dan hutan bambunya, Anda cukup menaiki kereta di jalur Hankyu Line. Bisa naik dari Stasiun Kawaramachi di Kyoto dan juga Stasiun Umeda di Osaka. Nikmati hembusan angin sore di pinggiran Sungai Katsura, dijamin akan membuat Anda tenang dan benar-benar tenggelam dalam kedamaian liburan di Jepang. Untuk kesini, kita cukup naik kereta Sagano Line dari Kyoto Station (include dalam JR Pass), lalu turun di Saga-Arashiyama Station. Dari exit stasiunnya kita akan melewati sebuah gang kecil sekitar 500meter hingga sampai di gate masuk Path of Bamboo. 



FUSHIMI INARI TAISHA

Ini adalah onjek wisata yang gampang banget diakses di Kyoto. Cukup naik kereta Nara Line (tercover JR Pass) lalu stop di Inari Station. Gerbang masuknya persis didepan pintu stasiun dan tempat ini akan selalu ramai setiap harinya. Masuk areanya kita langsung disebut tori alias gate warna orange yang udah ga asing di mata kita. Yes, Fushimi Inari ini sudah terkenal akan si 1000 torinya, yang bahkan ada di film Memoirs of Geisha.


Kuil Shinto pusat untuk lebih kurang 40.000 kuil Inari yang memuliakan Dewa Padi (Inari). Bagi orang Jepang Oinarisan (Kuil tempat memuja Dewa Inari) adalah tempat untuk berdoa dan memohon bantuan untuk kelancaran kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, keberadaan “Oinarisan” sangat erat dengan masyarakat Jepang.



Begitu masuk melalui gerbang-gerbang, langsung deh kita berasa kayak lagi didalem film, dimana suasananya misterius. Gerbang dicat warna vermillion dengan tulisan-tulisan bercat hitam yang berisi sutera Buddha. Warna vermillion (merah delima, atau warna campuran antara merah dan jingga) yang meliputi keseluruhan bangunan kuil dan gerbangnya dipercaya sebagai warna yang mengusir berbagai kejahatan dan penyakit. 

Jika berkunjung kesini, jangan lupa juga untuk menulis ‘Ema’, ya. Ema adalah semacam papan kayu kecil yang dibuat khusus untuk menuliskan permohonan dan dipercaya oleh penganut Shinto sebagai salah satu cara supaya permohonan mereka tersampaikan ke para Dewa. Biasanya setelah ditulis, Ema ini akan digantung di tempat khusus di kuil tersebut. Fushimi Inari memiliki Ema yang berbentuk unik, diantaranya ada yang berbentuk wajah rubah yang adalah penjaga kuil Inari. Didalam kita juga bisa berdoa dan membunyikan lonceng, bisa juga melakukan 




Lingkungan sekitarnya masih lokal banget yang toko-tokonya terlihat kita lagi di countryside yang kalem, bikin nyaman banget deh suasananya. Banyak penjual sovernir dan cemilan area sekitar Shrine. Mulai dari okonomiyaki, dango, dorayaki, grill daging dan seafood. Semuanya menggoda deh. Dan yang aku beli adalah Grill Pork Belly seharga 500yen atau Rp. 67.000.



KIYOMIZU-DERA TEMPLE

Ninen-zaka - Sannen-zaka - Higashima

Kawasannya berupa gang-gang dan jalan kecil yang dipenuhi bangunan-bangunan khas jepang yang terawat dan indah. Bangunan tersebut merupakan toko souvenir dan cafe. Jalanan ini sangat indah 
dengan sentuhan Arsitektur Jepang kuno. Cantik!



Ada juga Studio Ghilbi Store disini. Pernak-pernik totoro sampai si hantu lucu no face lengkap deh pokoknya. Disini areanya luas tapi karna atmosfirnya enak, kita ga akan ngerasa capek mengarungi tiap gangnya dan keluar masuk setiap toko yang ada. Satu yang menarik lainnya adalah Starbucks. Disini store Starbucksnya lokal banget, bangunan rumah tradisional Kyoto, Machiya Wooden House. Interiornya juga terawat banget. Ada 2 lantai dimana di lantai atas terdapat spot tatami. Kebayang ga tuh kapan lagi kan ngopi sambil duduk tatami layaknya lokal Jepang.





Ketiga daerah ini terhubung dan berpusat pada si kuil. Kiyomizu-dera ini adalah salah satu warisan budaya dunia yang diakui UNESCO. Kuilnya berdiri tanpa paku, kalo ga percaya boleh langsung cek ke lokasi. Kalo kesini, kalian bisa juga sewa baju kimono, supaya foto-fotonya terasa lebih lokal. Untuk ke dalam area temple, ada biaya masuknya yaitu 400yen atau Rp. 54.000. Kuil ini terkenal sebagai Kuil Air Suci, salah satu yang tertua di Kyoto. Cuma saat ini masih dalam masa pemeliharaan, jadi eksteriornya kehalang sama steger gitu. Sepertinya akan lama sih, mungkin tahun 2020 musim semi, baru akan selesai. Untuk jam operasionalnya buka jam 6pagi dan tutup jam 6sore, tapi saat musim panas dan illumination festival, tutupnya jadi sekitar jam 9malam.




Ga cuma itu aja, sekitarnya banyak kuil atau pagoda lainnya yang cantik apalagi buat foto. Semua sudut di kota ini canik sih. Aku suka banget deh ambiance disini. Kalo boleh memilih mau tinggal dimana di Jepang, aku fix tinggal disini. Really love this neighborhood!



KYOTO ONE DAY TRIP ITINERARY

06.30 AM
Kyoto Station ke Arashiyama Bamboo Forest dan Tenryu-ji Temple
---Dateng harus pagi supaya fotonya bersih belum banyak orang, naik kereta yang jam 6pagi
(dari Kyoto Station naik JR Sagano Line, stop di Saga-Arashiyama Station)


09.00 AM
Kinkaku-ji Temple 
---Kuil Paviliun Emas, tiket masuk 400yen atau Rp.54.000, dibuka jam 9 pagi, kalo udah siang bakalan rame parah
(naik taksi 20menit dari arashiyama sekitar 2000yen atau Rp. 270.000)

10.30 AM
Kyoto Imperial Palace
---Istananya raja waktu masih tinggal di Kyoto, buka jam 9pagi 
(naik taksi 30menit dari Kinkaku-ji Temple)

11.30
Heian Shrine
---Shrine yang bersejarah di Kyoto, semacam monumen kebangkitan kejayaannya Kyoto
(jalan kaki dari Imperial Palace)


12.30
Shoren-in Temple & Chion-in Temple
---Kuil dengan Sanmon Gate yang ukurannya super gede dan udah ada sejak tahun 1600
(jalan ke Jingu-michi nyebrang ke Sanjo dori, akan ngelewatin San-Mon Gate)

13.30
Yazaka Shrine
---Nama lainnya Gion Shrine, salah satu yang ramai dikunjungi oleh turis khususnya saat Gion Festival
(jalan dari Shoren Chion)

14.30
Gion District
---Terkenal sebagai Geisha District, bangunannya kental unsur lokal dimana banyak pertokoan modern mempertahankan bentuk bangunannya tetap tradisional, tanggal 14-16 Juli setiap tahunnya diadakan parade keliling merayakan Gion Matsuri.
(jalan 5menit dari Yazaka)

15.30
Ninen-zaka dan Sannen-zaka
---Real Life Kyoto katanya, tapi emang sih, ini dua wilayah tercantik, lokasi The World's First Starbucks with tatami, dimana bangunannya adalah lokal rumah penduduk Kyoto yaitu Machiya Wooden House. Ada salah satu outlet Arabica Coffee juga nih disini, kedai kopi lokal asli Kyoto yang sekarang udah worldwide.
(jalan ngelewatin Maruyama-koen Park)


16.00
Kiyomizu-dera Temple
---Kuil Air Suci, masuk dalam salah satu warisan budaya UNESCO, spot paling rame di Kyoto. Buka jam 6pagi dan tutup jam 6sore, tapi saat musim panas dan illumination festival, tutupnya jadi lebih malem.
(jalan melewati ninezaka)

17.00
Kyoto Station ke Fushimi Inari Taisha
---Shrine dengan 10000 tori gates, buka 24 jam 
(naik Raku Bus 100 ke Kyoto Station, lalu naik JR Nara Line, stop di Inari Station)

19.00
Kyoto Station ke Ginjo Ramen Kubota
---Tsukemen terenak di Kyoto wajib di coba
(jalan kaki dari Kyoto Station sekitar 15menit)

20.00
Potoncho Alley - Cobain Izakaya untuk cemilan malam, really good.


BEST TO VISIT:
Arashimaya-Fushimi Inari-Kiyomizudera-Ninenzaka-Sanenzaka-Yazaka-Gion


REKOMENDASI PENGINAPAN SEKITAR KYOTO STATION:
Hotel Granvia Kyoto
Dormy Inn Premium Kyoto Ekimae
Tour Club Kyoto
Budget Inn Kyoto
Capsule Ryokan Kyoto
Ryokan Shimizu
Tomato Guest House Kyoto


Masih banyak pengalaman seru dari Jepang lainnya, nanti aku bahas di artikel selanjutnya ya!



Stay Hungry,
Brigitta Veggy Aprilia Tanu - @brigittaveggy

No comments:

Post a Comment