Thursday, June 13, 2019

Japan Travel Guide 101


Kali ini aku akan share pengalamanku liburan ke salah satu destinasi favorit liburan hampir semua orang. Anehnya negara ini punya keindahan yang emang akan bikin kita jatuh hati dan selalu ingin kembali lagi. Buat para pecinta film kartun atau animasi pasti udah ga asing dengan visualisasi betapa cantik tiap sudutnya. Mulai dari musim semi dimana sakura bermekaran sampai musim dingin dimana semua tempat seketika jadi putih. Yapp, kali ini aku akan membahas semua tentang Jepang!

Hai hai, setelah hampir setahun menghilang, akhirnya aku kembali ke peredaran, ini semua karena beberapa bulan kebelakang aku sibuk begadang ngurusin tugas akhir, skripsi, segala bikin maket ukuran super jumbo, sidang akhir sampe wisudaan hahaha yes i'm now officially an architect. Dan ga berhenti disitu, abis itu lanjut disibukan dengan fenomena baru yaitu mencari kerja dan kemudian sibuk jadi newbie dan menjalani kehidupan sebagai budak korporat yang ternyata lumayan menyita waktu, tapi untungnya ga butuh waktu lama untuk beradaptasi sih sampai akhirnya terbiasa juga jadi anak kantoran, malah seneng punya rutinitas baru. (re: rutinitas gajian diakhir bulan maksudnya)

Dan untuk merayakan pencapaian hidup ini (menjadi arsitek yang udah jadi cita-citaku sejak dari TK) akhirnya aku memutuskan untuk merayakannya dengan pergi liburan ke tempat baru yang belum pernah aku kunjungi sebelumnya, dan pas banget nih moment waktunya mumpung dapet cuti bersama lebaran dari kantor lumayan lama. Sebenernya sih rencana perginya udah dari setelah lulus kuliah, tapi apa daya, aku langsung jadi budak koporat jadi ga ada waktu lagi untuk liburan deh kemarin huhuhu. Sooo setelah menimbang beberapa option tempat tujuan, tersangkutlah hati ini dengan si negara matahari terbit, alias Jepang!



Kali ini aku pergi bersama 2 budak korporat lainnya, Felicia Tania dan Claudia Sherleen, teman-teman seperjuangan yang untungnya tipe rajin cari promo diskon jadi perjalanan ini jadi ramah di kantong. Dan lagi-lagi terima kasih kepada promo dari Traveloka yang datang tepat pada waktunya sehingga kita berhasil mendapat deal flight dan penginapan yang cocok dengan budget kita.
And here we go, Japan!



SEASONS

Salah satu yang menjadi daya tarik wisatawan untuk ke Jepang adalah keindahannya di tiap musim yang ada. Yes, Jepang itu negara 4 musim, beda ya sama Indonesia. Dimana sepanjang tahun berjalan akan terus bergantian si 4 musim ini. Umumnya pasti orang ke Jepang mengejar musim Sakura dimana cuma bermekaran di akhir April sampai pertengahan Mei saja. Tapi sebenernya di musim-musim lainnya juga ga kalah cantik loh. Soo siap-siap harus cobain Jepang ditiap musimnya ya untuk rasain seberapa indahnya negara ini.


Musim Semi / Spring / 春 Haru
Periode waktunya sekitar tanggal 21 Maret - 21 Juni, nah ini adalah musim favorit para turis dimana Sakura akan bermekaran. Suhu rata-ratanya 5-20 derajat celcius tergantung daerahnya masing-masing, Tokyo biasanya lebih panas. Dimusim semi biasanya orang akan piknik sambil menikmati keindahan bunga sakura, nah tempat yang biasanya ramai dikunjungi adalah Shinjuku Gyeon National Garden, Ueno Park dan lainnya.

Musim Panas / Summer / 夏 Natsu 
Periode waktunya sekitar tanggal 21 Juni - 23 September, dimana suhu rata-ratanya 26-34 derajat celcius tergantung daerahnya masing-masing. Udaranya akan panas dan lembab. Dimusim semi biasanya orang akan mengadakan acara matsuri dan juga kegiatan luar ruangan lainnya.

Musim Gugur / Autumn /  秋 Aki 
Periode waktunya sekitar tanggal 23 September - 21 Desember, biasanya akan terasa panas di siang hari tapi dingin saat malam hari, udara dinginnya akan terus bertambah sampai benar-benar mencapai musim dingin. Suhu rata-ratanya sekitar 12-24 derajat celcius. Yang menarik, pada periode musim ini, pepohonan akan berubah warna menjadi kuning orange kemerahan. Disaat-saat seperti ini akan sangat tepat untuk menghabiskan waktu di Kyoto, Nara ataupun Nikko.

Musim Dingin / Winter /  冬 Fuyu 
Periode waktunya sekitar tanggal 21 Desember -  21 Maret, dimana suhu rata-ratanya adalah dibawah 0 derajat celcius dan terhangatnya hanya 11 derajat celcius. Udaranya akan benar-benar dingin, maka kondisi tubuh harus benar-benar fit. Kegiatan yang biasanya dilakukan pasti berhubungan dengan ski dan salju. Kalian bisa ke Gala Yuzawa di Niigata atau Nagano atau Shirakawago Gifu dan juga Saporro Hokkaido. 

*Musim Hujan / Rain /  梅雨 Tsuyu
Nah untuk musim yang satu ini sebenarnya bukan musim dalam 4 musimnya Jepang sih, cuma perlu diketahui khususnya jika kalian akan pergi sekitar bulan Mei sampai Juli. Di tiap bagian negara akan berbeda waktunya dan besar curah hujannya tapi jika memang sedang tinggi bisa sampai 12jam hujan bahkan seharian nonstop. Maka dari itu berjaga-jaga selalu membawa payung ataupun jas hujan didalam tas supaya selalu siaga kalo tiba-tiba hujan. 



AIRPORT & TRANSPORTATION

Terdapat beberapa bandara internasional di Jepang, dua bandara internasional di Tokyo yaitu Narita dan Haneda lalu satu di Osaka yaitu Kansai. Narita Airport berjarak 60km dari pusat kota Tokyo sedangkan Haneda Airport  17km dari pusat kota Tokyo. Untuk yang punya waktu singkat, atau hanya akan berkeliling kota Tokyo saja, aku saranin untuk mencari penerbangan yang menuju Haneda Airport, karna pemakaian waktu kalian akan lebih efisien. Tapi jika ternyata penerbangan yang kalian dapatkan adalah ke Narita Airport, ga masalah juga karena dari Narita Airport juga terdapat banyak pilihan transportasi umum seperti kereta cepat yang bisa membawa kalian langsung direct ke pusat kota Tokyo dengan singkat. Kedua airport punya daya tariknya masing-masing.



Banyaknya pilihan transportasi umum yang ada, membuat kita tinggal memilih mana yang lebih sesuai dengan kondisi perjalanan kita. Dari kedua pilihan bandara diatas, untuk mencapai pusat kota Tokyo kita bisa menggunakan kereta monorail, limousine bus dan juga taksi, tapi untuk taksi aku pribadi ga rekomen ya karna taksi di Jepang menurutku tarifnya cukup mahal. Tarif awalnya adalah 410yen alias Rp. 55.000 untuk 1km pertama dan akan bertambah 80yen alias Rp. 11.000 setiap 237meter berikutnya. Tiap kota bisa memiliki tarif awal yang berbeda, ada baiknya cek dulu tulisan yang tercantum di pintu belakang mobil.

Dan untuk jam malam (mulai pukul 22.00 sampai 05.00) tarifnya bisa 2 kali lipat dari jam biasa. Saat kalian masuk argonya langsung 730yen alias Rp. 98.000 yang kemudian setelah 2km pertama, tiap 200meternya akan terus naik 230yen alias Rp. 31.000. Tapi kembali ke kondisi yang kalian hadapi ya, misalnya barang bawaan banyak atau pergi bersama orang yang sudah tua atau juga anak kecil atau koper kalian terlalu banyak dan besar ya gapapa juga naik taksi, karena taksi menghemat waktu dan tenaga. Amannya Jepang, argo tersebut sudah termasuk tip untuk supir dan memang perhitungan real karena mesin argo didesain agar tidak bisa dimodifikasi. Untuk pembayarannya bisa tunai maupun uang elektronik, ada juga yang bisa dengan kartu kredit, tapi kalian harus pastikan lagi untuk melihat sticker logonya di pintu taksi.

Untuk kereta, di Jepang ada banyak pilihan jalur kereta yang awal-awal akan membuat kamu pusing, apalagi kalo kamu agak susah untuk baca peta dan orangnya ga on time. Di Jepang, kamu wajib banget menerapkan gaya hidup on time ini ya! Di waktu yang tertera di papan waktu bakalan jadi waktu si kereta berangkat, soo sebelum waktunya kalian harus udah siap baris di linenya. Walaupun banyak jalur tapi percayalah, setelah beberapa waktu kamu akan mulai paham dan bisa lancar pindah-pindah line tanpa nyasar, yang penting kamu berani mencoba dan cepet sadar kalo udah salah line.



Oh iya selain banyak linenya, kereta juga banyak jenisnya nih, kalian bisa memilih mau naik kereta jenis apa yang mau dinaikin untuk ke tempat tujuan, lebih ke point menghemat waktu sih kalau memang destinasi yang kamu kunjungi berjarak cukup jauh.


新幹線 (Shinkansen) / Bullet Train :
Kereta cepat antar kota

特急 (Limited Express) :
kereta yang berhenti hanya di stasiun tertentu (biasanya stasiun besar) dan terintergrasi dengan jalur transportasi umum lainnya, tidak hanya kereta saja.

通勤快速 (Commuter Express) / Ekspres :
kereta yang hanya ada di jam-jam sibuk dan berhenti di stasiun tertentu khususnya yang berintergrasi dengan jalur lain seperti Chūō Line, Keiyō Line, dan Saikyō Line.

快速(Rapid) /  Rapid :
kereta akan berhenti dibanyak stasiun tapi ada yang di skip

普通 (Local) / Lokal :
kereta akan berhenti di semua stasiun


Sistem kereta di Jepang ini emang cukup sulit, tapi balik lagi, kalo ada usaha disitu ada jalan, pelan-pelan di pelajari, satu dua hari nanti juga udah lancar pilih tipe kereta dan pindah-pindah line nya. Semangat!



FLIGHT

Untuk penerbangan dari Jakarta-Tokyo itu sekitar 7jam 30menit dan untuk Jakarta-Osaka durasinya 6jam 55menit. Saat ini sudah banyak penerbangan tujuan Jepang jadi kalian bisa menyesuaikan waktu dan juga budget untuk memilih mau penerbangan yang direct flight atau yang transit. Untuk kisaran harga diwaktu normal (bukan musim liburan) pesawat pulang pergi bisa 4-5juta rupiah tergantung maskapai, jika sedang promo bahkan ada yang 3juta rupiah. Untuk high season seperti lebaran atau natal tahun baru sekitar 6-8juta rupiah. Kalian harus sering-sering standby website penjualan tiket pesawat nih kalau mau dapetin harga promo. Untuk trip kali ini, walaupun lebaran, aku dapetin tiket PP Philippine Airlines (transit di Manila) dengan harga 5juta saja, lumayan banget kan tuh!




JAPAN VISA

Setelah kamu membeli tiket dan hotel, yang harus dilakukan selanjutnya adalah membuat visa. Permohonan visa Jepang bisa dibilang mudah, karena prosesnya jelas dan estimasi waktunya juga singkat yaitu 4 hari kerja aja. Kita cukup download Formulir Permohonan Visa dari Website VFS Global langsung (lengkap dengan List Dokumen Pendamping apa aja yang perlu disertakan bersama form saat penyerahan permohonan visa dan pastikan nanti saat penyerahan urutannya sesuai list ini ya).

Pengajuannya sekarang udah ga perlu ke kantor kedubes lagi, karena mulai 15 September 2017, proses pengajuan maupun pengambilannya visa dilakukan di Japan Visa Application Center (JVAC) yang terletak di Lotte Shopping Avenue lantai 4 (samping Studio XXI). 

Jam Kerja Bagian Visa JVAC VFS Global
Senin - Jumat (kecuali libur nasional dan libur kedutaan) 
Pengajuan Permohonan Visa pukul 08.30-12.00
Pengambilan Paspor pukul 13.30-15.00



Untuk pengalaman aku sebagai pemegang paspor biasa (bukan e-paspor) setelah sampai di tempatnya, petugas akan memeriksa lagi urutan dan dokumen yang kita sertakan. Setelahnya akan dikasih nomor tunggu, tapi loket penerimaannya banyak jadi gausah takut bakalan lama nunggu atau gimana. Petugasnya juga cekatan jd bener-bener singkat deh prosesnya. Setelah semua data di cek oleh petugas di loket, kita diminta untuk membayar uang sebesar Rp. 545.000 (biaya visa Rp. 380.000 ditambah biaya aplikasinya Rp. 165.000) dan kemudian akan dapet receipt berikut nomor berkasnya. Setelah itu selesai deh, selanjutnya kamu bisa track status pengajuan visanya lewat website mereka atau via email pribadi pendaftar. Setelah 4 hari kerja, otomatis akan ada email yang mengabarkan kalo paspor dan visa sudah siap diambil. (Untuk pemegang e-paspor hanya membayar Rp. 120.000 saja, dan visanya akan berlaku sampai 3 tahun atau hingga masa berlaku paspor habis)

"Eh susah tau bikin Visa Jepang harus punya saldo 50 juta di tabungan" 
Pernyataan diatas sering banget nih aku denger dimana-mana apalagi kalo nanya ke tour agent hmm padahal enggak begitu sih kenyataannya. Kalian cukup hitung akan berapa lama stay di Jepang terus tiap harinya dikali dengan Rp. 1.500.000 , nah total uang tersebutlah yang minimal kita miliki di saldo rekening kita. Karna sebenernya ini hanya pelengkap, bukti kalau memang kita mampu membiayai hidup kita selama berada di Jepang.



JR PASS

Salah satu keuntungan kita sebagai turis adalah bisa menggunakan JR Pass, yaitu kartu transportasi unlimited yang bisa digunakan untuk semua moda transportasi umum milik perusahaan JR (termasuk kereta lokal rapid express dan shinkansen, bus, bahkan kapal ferry juga termasuk).

Untuk yang berencana lintas kota (Tokyo-Osaka atau Tokyo-Kyoto atau lainnya) menurutku wajib membeli JR Pass ini. Harga sekali PP shinkansen itu udah sama dengan harga JR Pass 7 hari yaitu 29.110 yen yang kalau di rupiahkan sekitar 3.8jt, jadi karena di trip ini aku akan ke Tokyo-Kyoto-Osaka-Kyoto-Kawaguchiko-Tokyo-Nagano-Tokyo lagi jadi aku memutuskan untuk menggunakan JR Pass. (One way tiket Shinkansen Tokyo-Osaka itu sekitar 14.4500yen)

Harganya memang cukup terlihat besar, tapi dijamin worth it apalagi kalau kamu akan berpergian berpindah kota kayak trip aku kali ini. Pembeliannya bisa dibeli di Traveloka ataupun Klook, yang kisaran harganya 3.5jt an dan kalo lagi beruntung kayak aku kemarin, bisa pake kode promo yang bikin pengeluaran jadi makin minim. Aku dapet JR Pass 7 hari di Traveloka dengan harga 3.500.000 lalu dipotong kode diskon lagi jadi 2.800.000 aja. Nah untuk promo-promo seperti ini kalian harus rajin-rajin deh pantengin, bisa ada promo potongan harga ataupun paket murah kayak JR Pass 7hari plus wifi cuma 3.4jt dan lain-lain. 

Setelah berhasil transaksi, nanti akan diminta data pribadi, pastikan datanya ga salah ya soalnya bakalan cetak dan nanti di cocokin dengan paspor kamu saat nanti di tukar JR Pass di kantor JR yang ada di stasiun.



Setelah nanti dituker di kantor JR dan dapet Japan Railway Pass seperti foto diatas, kita tinggal masuk ke semua stasiun JR dengan menunjukan kartu itu aja ke petugas stasiun. Gampang banget kan tuh!



PREPAID IC CARD

Di Jepang mereka menyebutnya dengan IC Cards dimana bisa dengan mudah di top up dan digunakan untuk membayar segala jenis transaksi terutama bayar transportasi publik. Kartu ini juga bisa dipakai untuk membayar restoran, toko-toko, mini market, dan juga vending machines. Pasmo dan Suica adalah dua nama yang pasti kalian sering denger, tapi disana sebenernya ada 10 jenis ic card yang beredar dan semuanya bisa digunakan dimanapun tanpa terkecuali, beda sama kita di Indonesia yang harus punya beragam dari brand bank berbeda. Ada Suica, Pasmo, Toica, Manaca, Kutaca, Sugoca, Nimoca, Icoca, Pitapa dan Hayakaken dan bisa digunakan di Tokyo, Yokohama, Osaka, Kyoto, Kobe, Nagoya and Fukuoka.




WIFI

Internet di Jepang bisa cukup mudah diakses khususnya di sarana publik seperti airport, stasiun, mall dan bahkan didalam kereta dan bus juga udah menyediakan wifi gratis. Tapi untuk memudahkan kita selama perjalanan (keliling jalan kaki), ada baiknya tetap memakai internet pribadi. Jika kalian pergi seorang diri, simcard jadi pilihan yang tepat. Tapi jika pergi bersama kawanan alias rame-rame (<10orang), aku pribadi menyarankan untuk memesan wifi portable dari tanah air.  


Untuk trip aku kali ini aku memesan modem di Passpod, pemesanannya bisa via website ataupun admin whatsapp mereka. Aku menyewa dengan total harga 390.000 dengan uang deposit 500.000 yang nantinya bisa diambil kembali setelah modem dikembalikan. Modemnya bisa dianter ke tempat kamu atau di ambil di bandara dan nanti pas balikin juga bisa dengan cara yang sama ataupun dititipkan lewat alfamart, praktis dan ekonomis banget kan. Untuk jaringannya menurutku cukup bagus, ga ngelack dan speed nya cepet. Baterainya juga cukup awet, bisa dipakai lebih dari 12jam nonstop jika dari baterai 100%, kalo pun kita aktivitas seharian dan baterainya udah low, passpod melengkapi kita dengan powerbank untuk recharge baterai si modem. Enaknya lagi jenis modem yang ini tuh kabel chargernya menyatu sama di modem, jadi ga bikin kita ribet harus gulung-gulung kabel chargeran deh. Satu yang agak ganggu adalah saat kamu pisah dari rombongan khususnya si pemegang modem, nah loh langsung jadi anak ilang deh HAHAHA semoga kamu ga ilang dari rombongan ya. 



TAX FREE SHOP

Hampir semua toko memiliki label ini, mulai dari toko branded sampai toko-toko pinggir jalan seperti di harajuku. Apa sebenernya ini? Tax free shop itu berguna banget buat kita para turis, dimana kita bisa dapet direct tax di tokonya setelah melakukan transaksi pembayaran. Dengan minimal belanja 5000yen atau setara 650ribu kita udah otomatis akan diminta menyertakan paspor di kasir, kemudian petugas kasir akan mendaftarkan tax free kita. Setelah terlampir berapa direct tax yang kita dapatkan, petugas kasir akan meminta tanda tangan kita pada struk belanja. Tax free ini kurang lebihnya 8% dari total belanja kita. Dan satu hal yang perlu kalian ingat, jika kalian membeli barang dan mengclaim tax free, maka barang tersebut akan dibungkus plastik duty free yang disegel dan tidak boleh dibuka sampai tiba di Indonesia (terutama unutuk produk makanan dan minuman).



Selain itu paspor kalian juga akan ditempel dengan bon transaksi tersebut yang nantinya harus kalian serahkan ke counter tax free di Bandara sebelum masuk ke dalam imigrasi. Tapi dari pengalamanku kemarin, setelah sampai di Jakarta struk belanja selama di Jepangnya ga dipermasalahkan kayak menghambat aku atau aku harus melewati pemeriksaan cek segel plastik atau gimana sih. Nyatanya cuma sekedar di buka lembar paspor sama petugasnya aja, bahakan kayaknya ga diliat deh struknya.



OTHER



Di Jepang kita akan banyak liat kejadian-kejadian yang ga pernah kita lihat di Indonesia apalagi Jakarta. Seperti yang udah sering kita baca di media-media, orang Jepang punya kebiasaan-kebiasaan yang menarik. Beberapa hal kecil seperti susahnya kita mencari tempat sampah dan tempat duduk di ruang publik ataupun pinggir jalan. Walaupun di pinggir jalan banyak yang berjualan makanan, tapi ga ada orang lokal yang makan atau minum sambil jalan, mereka akan berhenti di pinggir jalan atau depan toko lalu diam berdiri untuk makan dan minum.

Di dalam transportasi umum walaupun disana sedang dalam keadaan ramai, orang-orang akan lebih memilih berdiri dibanding duduk, mereka lebih memilih berdiri dibanding menduduki kursi biasa atau priority seat. Hal ini terjadi berulang kali selama aku disana, bahkan seorang yang berusia cukup tua pun lebih memilih berdiri, dan mempersilahkan yang lain untuk duduk, sedangkan yang lain sudah mempersilahkan untuk beliau menempati kursi tersebut. Beda banget kan sama di Indonesia HAHAHA

Mereka akan tetap mengantri pada line kiri di eskalator, walaupun line kanan kosong tidak ada orang. Mereka akan selalu mengucap maaf すみません(sumimasen) atau terima kasih ありがとうございました (arigatōgozaimashita) sambil membungkuk. Oh iya ini satu hal yang aku sadari selama di Jepang, saat kita membayar, mereka akan menyuruh kita menaruh uang pada nampan / wadah, lalu mengembalikan uangnya sembari menghitung ulang. Jadi kita ga perlu takut salah hitung uang kembali karna mereka akan mengajak kita berhitung bersama-sama.

Masih banyak lagi deh yang unik dari Jepang, nanti aku bahas di artikel selanjutnya ya!



Stay Hungry,
Brigitta Veggy Aprilia Tanu - @brigittaveggy

No comments:

Post a Comment