Monday, February 19, 2018

#thehungrydoctorASEAN – Day 1 (Ho Chi Minh City)


Hello semuanya! Sorry agak terlambat buat ngepost perjalanan overland gw kemarin yang udah dijanjikan, soalnya tepar banget! Haha and finally this is my very first post about my last trip ke 4 negara di ASEAN dalam 10 hari yaitu Vietnam, Kamboja, Thailand dan Malaysia (of course jadi 5 sama Indonesia hehe). Postingan ini akan terbagi menjadi per-hari dan pastikan akan gw upload setiap 1-2 hari sekali. Jadi stay tune ya! Jangan lupa buat subscribe blog gw supaya kalian jadi yang terdepan mendapatkan updatenya.

So let me start this journey! Well, gw menjalankan Backpacker trip ke 4 negara ini bersama keempat temen gw, Jokur, Felix dan Nico. Yes, finally kita udah selesai dalam dunia perkoas-an sehingga akhirnya kita dapat free time buat jalan-jalan dulu sebelum nanti ujian akhir buat kompetensi dokter Indonesia dan SAH mendapatkan gelar dokter (wish us luck ya guys), sebenarnya plan ini cenderung dadakan banget dan gak terlalu well-prepared tapi dengan tekad dan keberanian (re: nekat) trip ini berlangsung juga.

Banyak banget lika-liku sebelumnya perjalanan ini mulai dari passport salah satu teman kita dan masih banyak hal lainnya, asal kalian tau guys kita baru book pesawat dan juga akomodasi H-3 kita berangkat! Crazy right? Untungnya budgetnya masih oke, meski sebenarnya bisa banget lebih murah lagi kalau kita prepare dari jauh-jauh hari, alhasil kurang lebih kami menghabiskan 7 JUTA-an untuk semuanya! (Tiket pesawat, penginapan, wisata kuliner, tiket masuk tempat wisata, transport selama perjalanan dan juga jajan) gimana? Oke kan?  Mau tau gimana caranya? Baca terus blog ini!

Daripada kebanyakan intermezzo yuk kita mulai perjalanan ini, gw berharap kalian juga bisa merasakan apa yang gw rasakan dengan membaca blog gw ini.

Day 1
Kami berangkat dari Jakarta menuju ke Soekarno-Hatta International Airport menggunakan Bus DAMRI jurusan Airport yang harganya Cuma IDR 35.000 aja! Murah kan?




Kami memilih Bus-Stop yang berada di Lotte Shopping Avenue (Lobby Mega Kuningan) , jadi bus ini akan berangkat setiap 1 jam, nah untuk jadwalnya kamu bisa klik di sini. Untuk bisa naik ke Bus ini kalian gak perlu repot, tinggal dateng aja ke halte bus terdekat dari tempat kalian, terus bayar langsung nanti di dalam bus ke kondekturnya, dengan duduk manis saja sekitar 45 menit (kita berangkat jam 8 pagi) kami sudah sampai di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, karena nyampenya agak kepagian jadi kita jalan-jalan dulu pake fasilitas baru dari Bandara Soekarno-Hatta yaitu Kalayang alias Kereta Layang yang bisa membawa kita ke terminal-terminal lainnya di Bandara Soekarno-Hatta, dan FREE pula! Thanks a lot Pak Jokowi atas fasilitas ini, you rocks! 



Flight Jakara-Ho Chi Minh City (Vietnam) ini harganya sekitar 1,2 juta rupiah, kami menggunakan maskapai Scoot yang merupakan budget flight dari SQ, merger dengan Tiger Airways. Ini pertama kalinya gw naik Scoot dan ya gak ada yang spesial dengan maskapai ini, hampir gak ada beda dengan budget flight lainnya, the good things is NO DELAY. Kami memilih transit flight, karena direct flight saat itu harganya jauh banget hehe, sudah pasti karena pakai Scoot kami Transit dulu di Singapore, tapi transitnya gak lama kok, cuma sekitar 2 setengah jam. 

Sesampainya di Changi Airport kami langsung cari Wi-Fi! Di Changi Airport ini gampang banget buat dapetin free Wi-Fi, kalian tinggal cari counter machine gitu, nanti kalian scan passport kalian dan setelah beberapa detik akan muncul kode akses yang kalian bisa gunakan selama 4 jam secara gratis, koneksi kenceng bos! Sip, Wi-Fi udah connect udah bisa eksis dan kabarin orang-orang tercinta kalau kita udah sampai Singapore dan saatnya lunch. 


When in Changi gw selalu menyempatkan buat beli Subway! Karena di Indo belum ada :( inilah dia wujud dari Subway yang kami santap! 





Ini adalah Value Meal dari Subway, gw pesen BLT which is Bacon Lettuce and Tomatoes, salah satu yang standar tapi asik banget dengan pilihan sauce Honey Mustard sama Chili, udah pas banget itu, nah dengan SGD 5.90 kalian udah dapat Sandwich, Regular Drinks (coke, sprite, fanta, lemon tea) dan juga cookie, untuk cookienya sendiri gw favorit banget sama Macadamia. Rasanya gak perlu terlalu banyak di review ya si Subway ini karena emng udah top banget, selain itu karena mereka juga bahannya semua fresh tapi tetep bisa jadi quick lunch jadi pas banget buat para traveller kayak gw yang butuh quick meal menunggu transit. So, perut sudah terisi, sudah siap terbang lagi menuju Ho Chi Minh City!



Pukul 17.00 kami sampai di Ho Chi Minh City! First time in Vietnam, gak ada perbedaan waktu antara Jakarta sama Ho Chi Minh City. Proses imigrasi juga gampang banget, gak perlu apapun, semudah itu masuk Vietnam, nah kalian juga bisa langsung beli SIM Card di Bandara namanya Viettel harganya 9 USD dan itu Unlimited. (#Tips: kalau pergi rame-rame beli aja 1 SIM Card terus di tethering hehe) SERIUS INI PENTING! Karena setelah keluar dari bandara kalian akan diserang oleh para calo dan jujur agak menyeramkan.

Kemarin karena kita udah beli SIM Card alhasil kita sudah cek dengan Uber itu dari Airport ke Guest House kami di District 1 sekitar VND 92.000 (VND 1 = IDR 0.6) which is kalau dirupiahin itu sekiar IDR 55.000, cukup murah ya? apalagi kami ber-4, saat hendak memesan via Uber persis dihadapan kami ada orang yang menunjukkan aplikasi Uber di HP nya, well kami pikir ia Uber Driver dan menanyakan tujuan kami, setelah kami tunjukkan alamat di HP kami ia pun memberi harga VND 90.000 well akhirnya kami tawar dan dapat kesepakatan dengan harga VND 86.000, lebih murah kan?

Tapi ternyata setelah itu kami dijemput sebuah sedan (Toyota Vios kalau gak salah) kemudian ya kami pun masuk dan ketika hendak keluar gerbang bandara, ia meminta VND 15.000 untuk membayar parkir, dan saat itu karena baru saja sampai di Ho Chi Minh City kami semua hanya punya pecahan VND 100.000 dan si driver tidak mau, si driver justru meminta 2 USD kepada kami, kemudian saat teman saya mengecek dompetnya, driver itu pun mengacak2 dompet teman kami si Nico, dan mengambil 2 lembar 1 USD hmmm kami agak kaget, tapi yasudalah kami pikir. Eh bukannya keluar supir ini kemudian memutar balik mobilnya dan kembali ke dalam tempat dimana kami pertama kali masuk ke mobil ini, kemudian membuka kaca dan berbicara pada driver lain kemudian barang bawaan kami di bagasi di keluarkan dan dipindahkan ke mobil lain yaitu Toyota Fortuner.

Agak mengerikan ya, tapi ya kami memastikan ke supir Fortuner itu bahwa biayanya VND 86.000, yasudalah kami pikir, ya tapi kami malah kehilangan 2 USD. Tips #1 dari saya, jangan gunakan calo di Bandara, lebih baik langsung saja order taxi pakai Uber, biar gak lebih deg-degan. Sambutan yang cukup mengerikan haha. 
 


 
But yeah finally we arrived at our Guest House, namanya Mai Guest House, lokasinya ada di District 1, yes memang masuk lagi ke dalam gang tapi tempat ini oke banget dan udah masuk rekomendasinya Trip Advisor, selain si Mai Guest House ini ternyata masih banyak banget penginapan di dalam gang-gang District 1, cuma menurut gw tempat ini oke banget, pertama si pemiliknya ini ramah dan juga bisa bahasa inggris dengan lumayan baik, terus kamarnya bersih, kamar mandi dalem, ada TV, kulkas, lengkap deh pokoknya! Harganya cuma 500 ribu buat 2 malem dan itu satu kamar bisa 4 orang. Ya memang kasurnya agak keras dikit, tapi ya oke lah toh lebih sering keluyuran daripada di hotel. Plus 1 lagi, mereka juga menjual Cold Beers seharga VND 11.000 haha alias cuma IDR 6.600 man! Crazy right? Saigon beer, lokal gitu tapi boleh lah rasanya, asik juga.
 
 
Begitu sampe, taro barang langsung deh kita cao buat kulineran! Laper banget, maklum seharian ini baru makan Subway aja haha, well dan our first meal goes to the special one, Pho! *wohoooo*
 
Dari sekian banyaknya Pho yang ada di Ho Chi Minh City ini, kita pun memilih yang paling direkomendasikan oleh beberapa situs, yaitu:
 
Pho Quynh
323 Pham Ngu Lao, Ho Chi Minh City Q1
 
Hmmm sebenernya sih kalau di kasih alamatnya pun kalian kayaknya gak bakal bisa cari deh haha, tapi resto ini memang salah satu resto yang gede di jajaran resto, cafe dan street food di daerah district 1 ini, cara paling simplenya adalah... Google Maps! Makanya I've told you before beli SIM Card hehe, meski sebenernya cuma berjarak sekitar 300 meter dari Mai Guest House sih, so deket banget, pas sampe memang tempatnya penuh banget, resto ini punya 3 lantai dan hampir semuanya terisi, cakeup berarti pasti enak kan.
 
Well, akhirnya kami memutuskan buat pesan Pho pastinya, cuma isinya kan macem-macem tuh, nah kita pilih yang isinya beef brisket sama bakso sapi, oh iya tenang kok di tempat ini gak ada pork, jadi buat teman-teman yang beragama muslim, aman banget! Jadi basically Pho itu semacam kwetiau kuah, cuma rasanya memang lebih kaya padahal kuahnya bening loh. 
 
 


 
Hidangan ini datang dengan porsi yang lumayan gede banget! potongan dagingnya lumayan banyak ya, kemudian sayurannya itu semuanya dipisah, tapi kemudian pas makan dicampur baru deh terasa nikmatnya, aroma herbs nya itu loh bikin rasa kuahnya jadi kaya banget, apalagi pas ditambah sama chili oilnya, makin dahsyat rasanya, I really love the sambal! Pake jeruk nipis juga biar makin seger. Kami suka banget sama cita rasa makanan Vietnam yang bener-bener beda menurut gw, karena kayak clear gitu tapi tetap tasty, less fat but still delicious, apalagi disantap malam-malam gini, rasanya pas banget! 1 porsinya itu VND 60.000 (IDR 36.000) gak mungkin di Indonesia bisa makan Pho se enak ini dengan harga segitu murahnya. Welcoming food yang bener-bener lovable.
 
Lidah dan perut kami gak semudah itu bisa terpuaskan, so kita move to another dish yang memang merupakan makanan khas Vietnam juga, namanya Com Tam, makanan ini bener-bener gampang banget ditemuin di sekeliling Vietnam. Basically ini isinya nasi gurih gitu pake daging panggang, nah biasanya disepanjang jalan ini memang hanya menjual daging babi, pork chop, yes kita bisa bilang seperti itu. Mungkin ini salah satu makanan favorit kami!
 



 
Nasi panas berpadu dengan daging bakar yang manis, gurih, matangnya pas, sehingga juicy banget didalamnya, sempurna. Terus buat melengkapinya disiram dengan daun bawang yang dimasak dengan pork skin gitu, supaya makin lengkap pake telur mata sapi, kemudian dicocol dengan saus manis asam khas Vietnam, bener-bener enak banget, bikin nagih harganya cuma VND 25.000 (IDR 15.000) lebih murah dari warteg di Indo haha, I love Vietnam. Seriously, I can eat this everyday!
 
Anyway, Com Tam satu ini gak ada namanya haha, lokasinya di sebrang Circle K District 1, di deket cafe yang namanya Kaffeine House, ada oma-oma gitu yang jual, oh iya dia ada di depan semacam salon gitu, bisa cek di video pertama gw di youtube! *tetep jualan* 



Next, makanan gw berikutnya adalah Banh Mi! Ini dia yang gw idam-idamkan dari Jakarta, yes I'm a big fan of Banh Mi, karena gw suka banget sama makanan satu ini, ya basically ini sandwichnya atau hotdognya Vietnam sih. Seperti Com Tam, kita bisa menemukan Banh Mi ini dihampir setiap sudut kota ini, mulai dari yang udah punya cafe, naik sepeda, bahkan pikulan juga ada, tentu rasanya beda-beda ya, cuma ini memang bisa ditemukan mulai dari makan pagi sampe supper gitu. 
 



 
 
Sebenarnya kita gak sengaja milih stall ini, karena rame haha namanya adalah Chim Chay Banh Mi lokasinya hmm susah juga dijelasin tapi yang jelas, dari tempat Pho pertama tadi langsung aja jalan lurus nanti kalau udah ketemu perempatan besar, si Banh Mi ada persis disitu, dipinggiran jalan. Biasanya Banh Mi ini memang isinya pork, tapi di Chim Chay ini sedia juga ayam dan menurut gw lebih enak! Lebih tasty gitu, isinya selain roasted chicken ada mayonasie, beberapa saus, wortel, lobak, timun, dan daun ketumbar yang jadi khasnya Banh Mi, rotinya pun garing di sini, oh iya harganya cuma VND 17.000 (IDR 10.200) sadis ye? haha *nulis ini sambil mupeng*
 

 
Setelah Banh Mi masuk ke saluran pencernaan gw, akhirnya lumayan kenyang deh (AFTER 3 MAIN COURSE) HAHAHA now it's time to dessert, eh sebenernya awalnya cuma mau ke Circle K sih beli Mineral Water tapi.... I acidentally found Kit Kat Ice Cream, langsung sikat!! haha enak loh nih Kit Kat Ice Cream, cuma VND 10.000 (IDR 6.000), dan kemudian langkah kaki ini kembali terhenti di gang tempat Guest House kami berada, karena ada Juice Bar gitu yang juga jual Vietnamese Coffee, masa sih ke Vietnam gak cobain Ice Coffeenya? akhirnya teguk coffee dulu deh haha oh iya Banana Juice enak juga loh, Mango juga, hampir semuanya enak sih, buahnya asli, dan gelasnya gede juga, seru harganya berkisar dari (VND 20.000 - VND 40.000) atau sekitar 12-25 ribu aja.
 
 


 
Sekitar jam 00.00 kami pun mendarat di kasur dengan perut mau meledak, so far day 1 menyenangkan banget. Beberapa tips dari hari pertama, pastikan memilih tempat tinggal kamu, ini penting banget, rekomendasinya sih memang di District 1 karena ini memang backpacker area yang gak ada matinya, makanan, tempat belanja, travel semua ada, jadi gak perlu pusing lagi. Terus soal makan juga gak perlu terlalu takut bakal diketok atau tipu gitu, karena sebagian besar sudah ada menu dan harganya, sebagian besar para penjual gabisa bahasa inggris, jadi yaudalah tunjuk aja gambarnya, pasrah. But overall gw sih cocok sama makanan Vietnam, dan menurut gw enak banget malah. So see you Day 2! 

Stay Hungry,
Filipus Verdi Danutirto Tanu
@filipusverdi
#thehungrydoctorASEAN





1 comment:

  1. Ho Chi Min emang juara yaaa,, berasa super kaya itu pas nukerin selembar USD jadi Vietnam Dong,, trus bingung ngitungnya gimana,, trus pas dipake jajan rasanya nggak habis-habis. Wkwkwkwk

    ReplyDelete