Wednesday, January 4, 2017

Bangkok Travel Guide 102


Pada 13 Oktober 2016 lalu, Paduka Yang Mulia Raja Bhumibol Adulyadej atau yang lebih dikenal sebagai Raja Rama IX meninggal dunia diusia 88 tahun. Seluruh masyarakat Thailand merasakan duka cita yang amat mendalam atas berpulangnya Sang Raja yang telah memimpin Thailand selama 70 tahun lamanya. Untuk mengenang Sang Raja, maka seluruh Thailand dalam masa berkabung selama 1 tahun penuh. Maka tidak heran saat kalian ke Bangkok nanti akan banyak foto Raja Bhumibol dilengkapi dengan bunga-bunga persembahan dimana-mana dan juga mayoritas rakyat Thailand akan berpakaian dengan warna yang tidak mencolok, seperti putih, abu-abu, dan hitam.



"A good person can make another person good;

 it means that goodness will elicit goodness in the society;

 other persons will also be good."

 King Bhumibol Adulyadej (Rama IX)

In Remembrance of His Majesty King Bhumibol Adulyadej

Tidak ada hal yang diwajibkan bagi para turis yang ingin melakukan liburan selama masa berkabung di Thailand khususnya Bangkok. Namun Pemerintah Thailand hanya meminta turis untuk menunjukan kepekaannya akan duka yang tengah dirasakan masyarakat Thailand. Disarankan berpakaian sopan dengan warna gelap sebagai ungkapan rasa berkabung nasional. Tempat - tempat wisata juga buka seperti biasa, hanya ada beberapa tempat wisata mempersingkat jam operasionalnya. 


ITINERARY DAY 1 


Grand Palace, Wat Phrakaew, Wat Pho dan Wat Arun berada cukup jauh dari pusat kota. Dari pusat kota bisa menggunakan BTS menuju BTS Saphan Taksin turun dari Exit 2 untuk sampai langsung ke dermaga, lalu naik Chao Phraya Express Boat menuju ke Tha Chang Pier (N9, Grand Palace) atau Tha Thien Pier (N8, Wat Arun-Wat Pho).


Thailand terkenal dengan sistem transportasinya yang unik, terutama transportasi airnya. Sungai Chao Phraya ini membuat julukan Bangkok sebagai Venesia dari Timur. Di Chao Phraya ada beberapa jenis perahu yang dibedakan dari warna bendera dan bentuk kapal. Kapal bendera orange (Chao Phraya Express Boat) adalah kapal yang dipakai warga lokal juga turis dan berhenti spot wisata dan beberapa dermaga lain dengan biaya lebih murah yaitu 15Baht (6.000 IDR). Kapal bendera biru sedikit lebih bagus adalah kapal khusus turis dan harganya lebih mahal yaitu 40Baht (16.000 IDR) untuk single trip dan 150Baht (60.000 IDR) untuk One Day Pass, berhentinya hanya di spot-spot turis aja (Chao Phraya Tourist Boat). 

Tips: 

Orang-orang yang telah membayar kapal bendera biru lebih diprioritaskan dalam antrian untuk masuk duluan jika kondisi didermaga hanya kapal orange yang tersedia. Kapal orange lebih murah dan banyak kapalnya sehingga tidak perlu menunggu terlalu lama di dermaga. Untuk yang sangat diburu waktu tak ada salahnya menggunakan kapal bendera biru.

WAT ARUN


Wat Arun berasal dari Aruna (Dewa Fajar), dan dikenal juga sebagai Temple Of The Dawn (Kuil Fajar), didominasi warna putih mutiara dengan dekorasi kerang dan potongan keramik yang dulu dipake sebagai pemberat bagi kapal-kapal yang berlayar dari Cina ke Bangkok. Prang terbesar adalah simbol dari Mahameru yang dalam dunia kosmologi Hindu Budha, dipercaya sebagai pusat dari segala kekuatan physical, metaphysical dan spiritual, sedangkan keempat prang di sudut sebagai simbol Dewa Angin, Phra Phai. 

 



Di setiap prang ada tangga curam dan sempit menuju ke atas melambangkan kesulitan manusia untuk mencapai kehidupan yang lebih tinggi. Kalo mau paham sejarahnya bisa sewa guide lokal, tapi kalo mau menikmati suasana sama foto-foto kalian cukup bayar 50Baht (20.000 IDR) untuk biaya tiket masuk. Wat Arun sejak 1 tahun yang lalu hingga saat ini masih dalam perawatan sehingga tampilannya sedikit terganggu oleh aktivitas perbaikan dan tenaga kerja yang ada.

WAT PHO



Berjalan kaki sedikit dari Wat Arun akan mengantar kita ke Ferry Pier yang akan membawa kita ke sebrang menuju kawasan Wat Pho dan Grand Palace. Cukup membayar 4Baht (1.600 IDR) dipintu dermaga dan dalam beberapa menit kapal ferry yang kita tumpangi sampai di seberang. Jalan kaki sedikit keluar dari pasar lalu belok kanan, sampailah di pintu masuk Wat Pho. Tiket seharga 100Baht (40.000 IDR) termasuk free 1 botol air mineral 300ml dan beroperasi dari pukul 08.00 sampai 17.00. Sebelum masuk area Patung Buddha Berbaring (Reclining Buddha) harus buka alas kaki dulu dan dibawa pake tas jinjing yang disediakan petugas.





Phra Ubosot



Phra Maha Chedi Si Ratchakan


Wat Pho adalah sebuah kuil Buddha terbesar dan tertua yang ada di Bangkok, Thailand. Wat Pho sudah dibangun pada 200 tahun sebelum Bangkok menjadi ibukota Thailand. Luasnya mencapai 20 acre. Dulunya, kuil ini bernama Wat Phodhara. Pada saat pemerintahan Raja Rama III (1824-1851), kuil ini lalu dibangun ulang hingga seperti sekarang ini. Telapak kakinya dihiasi ukiran 108 citra lakshana (lambang suci Budha) dan terbuat dari mutiara. Di bagian belakang patung ini ada 108 mangkok perunggu sebagai lambang keberuntungan Buddha. Semangkok coin bisa kita tukar dengan 20Bath (8.000 IDR) yang dimasukan kedalam kotak donasi yang disediakan petugas.


GRAND PALACE DAN THE EMERALD BUDDHA (WAT PHRAKAEW)


 
Grand Palace adalah tempat tinggal Raja Thailand dan Wat Phrakaew adalah temple didalam kompleks Grand Palace. Kebalikan dari Wat Pho, Grand Palace bisa kita temui jika belok kiri dari dermaga ferry tadi. Jalan terus mengikuti tembok putih tinggi yang menyerupai benteng, harap waspada sama orang lokal yang bilang Grand Palace tutup ataupun lainnya, karna memang kawasan ini rawan scam yang perlu diwaspadai turis. Setelah 10menit jalan akan ada barisan keramaian di Pintu Masuknya dan akan ada pemeriksaan pasport buat turis sebelum bisa masuk ke area Grand Palace. Tiket masuknya cukup mahal yaitu 500Baht (200.000 IDR). 



Grand Palace sebagai kediaman Raja sempat ditutup pasca meninggalnya Raja Bhumibol Abdulyadej. Kini, tempat wisata paling diminati di ibu kota Thailand tersebut kembali dibuka untuk turis. Grand Palace mulai dibuka lagi per 1 November 2016. Meski begitu, ada beberapa peraturan yang perlu diperhatikan dalam masa berkabung pasca meninggalnya Raja Bhumibol Abdulyadej. Peraturan ini diberlakukan oleh Kementerian Pariwisata dan Olahraga, Kementerian Perhubungan Laut, dan Bangkok Metropolitan Administration. Berikut diantaranya:

Grand Palace buka setiap hari pukul 08.30-15.30 waktu Bangkok. 
Semua pengunjung hanya boleh masuk lewat gerbang Wiset Chaisri (berjalan kaki Tha Thien Pier, Tha Chang Pier atau Tha Maharaj Pier). 
Sebelum masuk ke Grand Palace, tiap wisatawan wajib menunjukkan paspor dan melewati proses pengecekan badan dan barang bawaan.

Tips: 

Pakai pakaian yang sopan, nyaman dan adem. Untuk wisata temple ada peraturan tentang kesopanan berpakaian yang harus di taati. Lebih baik berpakaian kaos dan celana panjang. Setiap temple punya pusat peminjaman dan penyewaan kain, celana, ataupun baju untuk pengunjung yang berpakaian menyalahi aturan yang ada namun antriannya sangat panjang dan memakan waktu jika kalian tidak punya waktu banyak akan sangat merugikan. 

Rekomendasi:

Pad Thai with Prawn
90Baht (36.000 IDR)
270 - 272 ถนน มหาราช พระบรมมหาราชวัง พระนคร Bangkok 10200, Thailand

(di pasar dekat Tha Thien Pier, persis seberang Wat Pho)


ASIATIQUE

Dari dermaga yang ada di Exit 2 BTS Saphan Taksin tadi, wisatawan bisa ke bagian paling kiri ujung dari dermaga dan akan ada barisan free shuttle boat menuju Asiatique Riverfront. Jam operasional dari 17.00-24.00 buka setiap hari. Asiatique bebas biaya tiket masuk sehingga ramai orang lokal Bangkok dan juga wisatawan. Terdapat sekitar 1.500 toko dan restoran berada di kawasan tersebut. Toko handphone, baju, oleh-oleh dll. Semacam Clarke Quay jika di Singapura. Atraksi istimewanya ada Ferris Wheel, Thai Puppet Show, Calypso Cabaret Show dan Live Show Muay Thai.


ATRAKSI SEKITAR:

Kulineran di Yaowarat (Chinatown) dan Khao Shan Road.



Stay Hungry,
Brigitta Veggy Aprilia Tanu - @brigittaveggy

No comments:

Post a Comment